Posted in Book

Book Review : Baby Without Daddy by Pradnya Paramitha

Moment ketika mood baca melimpah ruah, adalah moment yang coba gw manfaatkan dengan baik. Jadilah dalam 4 hari kemarin, gw mampu menamatkan 2 novel yang ditulis oleh pradnya paramitha. Sebelumnya gw sudah selesai menulis review After Wedding, nah kali ini g wakan coba memberikan sedikit pandangan, cailah, aka review ala ala untuk novel Baby Without Daddy.

Sinopsis (Di kutip dari goodreads)

Baby Without Daddy

by Pradnya Paramitha

Paperback, 340 pages

Published December 1st 2020 by Storial

“Aku nggak butuh pernikahan, aku hanya ingin punya anak.”

Mentari tahu segera setelah dia mengatakan hal itu, orang-orang akan menganggapnya gila. Namun, siapa pun yang mengenal Mentari dengan baik, tentu akan tahu bahwa Editor in Chief di penerbit GetBooks itu bukan tipe orang yang peduli apa kata orang. Terlebih, dia punya alasan sendiri kenapa pernikahan menjadi sesuatu yang tak masuk akal baginya. Terserah saja orang menyebutnya jalang. Toh, menurut Mentari, orang-orang itu tak memberinya makan.

Sayangnya, Mentari salah perhitungan. Hamil ternyata tidak semudah yang dia pikirkan, dan menjadi Ibu tidak sesederhana melahirkan anak. Apalagi Mentari baru sadar bahwa dia minta bantuan kepada orang yang salah. Pria itu seharusnya cukup menjadi ayah biologis untuk anaknya. Namun, kini Mentari menyadari bahwa satu-satunya pria yang bisa membuatnya berubah pikiran tentang pernikahan, adalah satu-satunya pria yang tidak mungkin ia dapatkan.

Baby Without Daddy by Pradnya Paramitha

Review

Jadi, jujur nih ya sebelum baca ini, gw ga baca sinopsis di balik buku, jadi gw ga tau cerita ini tentang apa, cuma gw pikir dari judulnya ya pasti tentang hamil di luar nikah.

Dan…memang seperti itu…

Tapi………

Seperti biasa, aja ada cara pradnya mengolah cerita yang biasa menjadi cerita yang luar biasa, kalau dalam hal ini, menjadi cerita yang unik… iya unik dan cukup jarang di ambil di tema-tema novel lokal, karena apa ya mungkin bagi sebagian orang, hal ini seperti ini masih di anggap tabu. Baik kita sebut saja, kali ini pradnya mengangkat tentang LGBT. Lead male nya adalah seorang Gay.

Gw agak kaget sih, karena beneran jarang banget baca hal-hal kayak gini di novel, apalagi di ceritakan dengan begitu gamblang.

Singkat cerita nih ya, Baby Without Daddy ini mengisahkan Mentari, seorang wanita lajang yang mapan, cantik, cerdas, sempurna. Kecuali satu hal, trauma masa lalu membuatnya enggan mengikatkan diri ke komitmen hubungan apapun. Tak heran, “sex bebas” menjadi pilihan atau pelarian Mentari. Paling tidak sex bebas menutupi rasa kesepiannya.

Ketika rasa kesepian sudah tak terbendung, ketakutan hidup sebatang kara hingga ajal menjemput menghantuinyaa, Mentari pun memutuskan untuk memiliki seorang anak. Bukan anak adopsi melainkan anak yang ia lahirkan dari rahimnya sendiri. Namun bukan Mentari namanya apabila tidak memilih “calon ayah” bagi anaknya dengan baik. Setelah melalui proses screening Mentari memilih senior nya yaitu Sabda.

Sabda, Pria tampan nan mapan, pengacara hebat, aktivis pembela masyarakat lemah, menjadi pilihan satu-satunya Mentari. Dia tak butuh lelaki yang mencintai dia, dia hanya butuh lelaki yang sempurna untuk menghamilinya, yang tentunya tidak akan mencintai seorang Mentari…

“Karena cinta hanya akan membuat seorang perempuan menjadi lemah.”

Awalnya Sabda menolak, namun Mentari dengan kegigihannya terus mencoba, dia hanya mau Sabda.. hanya Sabda…

Tapi Sabda tak yakin, bagaimana bisa yakin? Dia tak pernah menyukai perempuan???

Lalu bagaimana kah nasib Mentari?

Well, pas gw tau Sabda gay, gw bener-bener nyaris teriak. Apalagi – map spoiler – ada adegan pacaran antara Sabda dan Kevin hahahaa…

 Cuma akhirnya gw gemesh sendiri, karena suka banget deh sama interaksi Mentari dan Sabda, mana frontal banget kalau ngomong. Tektokan dialog nya juga asik.

Walau seolah novel ini mengandung LGBT, tapi please, ini bagus banget karena justru Pradnya berusaha mengorek LGBT dari sisi psikologis, bahwa ada sesuatu loh yang bisa menjadi andil dalam keputusan atau tingkah laku seseorang.

Alur kisah Mentari dan Sabda di buat maju mundur, Pradnya berusaha membongkar lapisan trauma mendalam keduanya secara perlahan, dibandingkan kesal dengan tingkah Mentari atau Sabda, gw justru merasa prihatin. Kayak jadi ngaca gitu, don’t judge a book by its cover.

Selain karakter Sabda yang benar-benar Mr. Perfect, gw juga suka banget sama karakter Kevin. Kevin tuh muncul Cuma dikit, tapi dia seolah memegang peranan penting dari keseluruhan cerita. Duh tapi kayaknya gw tetep mau bahas Sabda sedikit deh. Asli ya, kenapa si Pradnya selalu membuat karakter cowok yang loveable banget???? Asli sih di buat jatuh cinta banget sama Sabda.. he is so nice, too good to be trueeeeeeeeeeeeeeee

Novel ini juga agak sedikit mengandung konten dewasa, jadi buat yang belum berusia 18+ lebih baik tunggu dulu sampai agak dewasa yaa baru baca ini.

Baby Without Daddy memang belum memberikan efek gila seperti yang gw rasakan pasca membaca “ Tentang Kita yang Tak Mengerti Makna Sia-sia “ atau “ After Wedding ” tapi tetap saja, Baby Without Daddy ini menimbulkan efek yang cukup dalam buat gw. Nice Story to read tho!

Gw suka juga sama sama epilogue dan bonus story di akhir,, gemes banget banget…. Uwuwuuw babiesssss ……

Pada akhirnya, lagi-lagi gw merekomendasikan novel ini untuk kalian baca! Dengan jumlah halaman yang relatif sedikit, hanya sekitar 340 – 360 halaman, rasanya tidak butuh waktu lama buat kita menamatkan novel ini.

Happy reading!

Posted in Book

Book Review : After Wedding by Pradnya Paramitha

Ketika sedang mengalami Reading slump membaca buku romance semacam menjadi oase tersendiri bagi gw. Apalagi kalau buku tersebut bagus dan sesuai selera, wah, auto mengucapkan selamat tinggal deh ke Reading Slump.

Kali ini, Oase gw adalah After Wedding nya Pradnya paramitha. Ya sebenernya gw hampir koleksi semua buku Pradnya (Cuma 1 aja yang belum punya kayaknya), cuma emang ada 3 buku yang belum di baca, salah satunya si After Wedding ini. Senin kemarin, gw begitu rindu membaca dan memegang buku fisik, maklum akhir-akhir ini gw hanya berkutat sama buku digital. Dan entah kenapa, mata gw tertuju pada barisan buku-buku pradnya, terpilih lah After Wedding untuk menemani hari senin gw.

Gw pun membaca prolog dan bab awal, kemudian dengan mudahnya gw jatuh hati pada kisah Rad dan Reya ini, dan ga sangka gw ngebut bacanya 2 harian sudah kelar.. OMG, agak menyesal baru baca sekarang……

Sinopsis (Dikutip dari Goodreads)

Original Title : After Wedding

Penulis : Pradnya Paramitha

Paperback, 464 pages

Published December 28th 2016 by Elex Media Komputindo

ISBN6020298604 (ISBN13: 9786020298603)

“Jadi, saya mencari perempuan yang bersedia saya nikahi,” Rad memberi jeda satu tarikan napas, “tanpa cinta.”


Reya Gayatri tak pernah menduga bahwa keputusannya menikah dengan celebrity chef Radina Alief Pramoedya merupakan keputusan paling gila dalam hidupnya. Selama 30 tahun, Reya terbiasa dengan hidup yang tertata. Tetapi, kini, hidup dosen muda di jurusan Ilmu Politik itu terasa seperti roller coaster.


Sebagai public figure, Rad terbiasa bertemu dengan berbagai macam orang dan tahu bagaimana cara berhadapan dengan mereka. Tetapi, tidak untuk Reya. Rad jadi sering kewalahan dan menghela napas frustrasi bahkan sejak malam pertamanya. Rad juga tidak menyangka, perlahan-lahan, kehadiran Reya mengancam segenap benteng pertahanan diri atas cinta juga menggoyahkan janji pada masa lalu yang ia ikrarkan sendiri.

Jangan jatuh cinta pada saya. Maka, kamu akan baik-baik saja. (Rad)

Mereka tidak menikah karena dipaksa. Ini adalah keputusan bersama. Tetapi, ternyata pernikahan bukan hanya soal menggelar resepsi dan perubahan status suami istri saja. Sanggupkah Rad dan Reya mempertahankan keputusannya?

After Wedding by Pradnya Paramitha

Review

Gw benar-benar terbius sama kisah ini, lebih tepatnya entah kenapa gw nyaris selalu terbius oleh kisah-kisah yang di tulis Pradnya, makin kesini, tulisannya pradnya tuh makin matang, eh tapi After Wedding di tulis 2016 ya, berarti saat itu jugaa, Pradnya sudah menjadi penulis yang mumpuni dan mampu mencuri hati para pembacanya eaaa..

Kisah ini langsung di mulai dari awal perkenalan random Rad seorang Celebrity Chef yang tampan dan Raya sang Dosen cantik. Paduan keduanya tuh kayak too good too be true, kebayang kan dosen sama celeb slash chef? Dari segi dunia aja udah jelas berbeda.

Dengan perkenalan singkat yang hanya kurang dari 1 bulan, mereka memutuskan untuk menikah. Ngalahin orang taaruf gaes, jawara banget si Rad dan Reya ini. Kok bisa sih memutuskan menikah tiba-tiba? Well di Indonesia ini, sulit rasanya terlepas dari belenggu keluarga atau lingkungan dekat yang menjunjung tinggi Pernikahan. Dengan usia yang tidak muda, tuntutan keluarga dan puncak nya kasus perselingkuhan dari kekasih yang sudah di pacari begitu lama, membuat Raya yakin untuk menerima suntingan Rad, dan bagi Rad, sosok Raya yang cerdas dan percaya tidak hanya cinta yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah pernikahan membuat Rad yakin bahwa Reya adalah sosok yang tepat untuk menemani hari-hari nya, sosok yang tepat karena ia tidak dan perlu mencintai satu sama lain.

It is no a matter of love, but a matter of choice.”

Namun, di hari pertama pernikahan mereka, Raya seolah tersadar keputusan gila menikah dengan orang yang bahkan tidak ia kenal adalah keputusan gila! Raya histeris dan langsung meminta Rad menceraikan nya hanya beberapa jam setelah mereka mengikat janji suci. Beruntunglah Rad disini begitu sabar dan dewasa untuk meyakinkan Raya bahwa semua akan baik-baik saja selama Raya tidak mencintai Rad, dan bahwa pernikahan mereka akan berakhir di 1 tahun pernikahan mereka.

Selanjutnya kisah ini di mulai…………. Klise? Sudah banyak yang memakai kisah serupa? Iya betul memang, gw sering kali bilang Nothing New Under The Sun. Namun, bukan Pradnya kalau dia tidak bisa mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa.

Gaya Bahasa yang baik dan begitu rapi, serta padu padan kalimat yang dituangkan Pradnya disini membuat gw sebagai pembaca begitu nyaman saat mengikuti kisah ini, tak ada rasa kebosanan satu pun, gw bahkan terus menerus di buat penasaran akan kisah dua sejoli ini.

Konflik yang dibangun juga pas, kita diajak memahami konflik batin yang di rasakan Rad maupun Reya, mau tak mau kita juga akan jatuh cinta setengah mati sama sosok Chef ini. Gw suka banget sih sama character development mereka. Dari Rad yang nakal menjadi seorang yang suamiable, Reya yang cerdas namun masih gamang menjadi seseorang yang berpendirian teguh.

Novel setebal nyaris 470 halaman ini jadi terasa tidak begitu tebal karena konflik yang padat, porsi antara penguakan konflik / masa lalu, kisah romance nan gemesh sampai settle down conflict nya juga terasa pas. Walau gw sempat kesal di akhir karena tidak mau berpisah dengan dua sejoli ini, namun gw juga harus mengakui bahwa memang penutupan kisah seperti ini yang pas.

Jujur gw sempat sebal banget sama Raya karena berusaha menyalahkan Rad atas pernikahan mereka, tapi please lah, Rad kan ga maksa, itu semua juga keputusan Reya? Beruntung banget Reya punya sahabat seperti Andini, yang bisa menampar Reya dengan kata-kata kalau memang sahabatnya itu salah. Demikian halnya Rad dengan Tommy sahabatnya.

“Yang dia butuhkan adalah seseorang yang keras kepala untuk tetap berada di sisinya.” – Tommy

Yang paling gw suka dari novel ini tuh pas Rad dan Reya flirting satu sama lain, gemesh banget dan tidak terkesan maksa, natural lah prosesnya pun tidak buru-buru, seperti yang gw bilang tadi, porsinya pas.

Belum lagi ada kutipan kalimat atau quote di setiap bab yang seolah menjadi blurb apa yang akan terjadi di bab tersebut, gw paling suka nih novel yang ada kutipan seperti ini, karena kutipan atau quote ini bisa menampar diri sendiri eaaa

Singkat kata, novel After Wedding bisa menjadi roller coaster tersendiri buat gw saat membaca nya sekaligus bisa membius gw untuk masuk kedalam kisah 2 anak manusia yang sedang mencari kebahagiaan. Pada akhirnya After Wedding juga mampu menjadi sebuah pembelajaran buat gw Ketika jatuh cinta nanti, bahagia dalam cinta dibutukan sebuah kepercayaan dan komitmen,, eaaa

“Berada di dekatmu, saya seperti sedang berada rumah peristirahatan. Nyaman dan damai. Kamu seperti rumah yang selama ini saya rindukan. Kamu adalah kebahagiaan, yang membuat saya merasa berdosa jika tidak menepati janji saya.”

Thanks a lot pradnya karena sudah menulis kisah sebagus ini,, ga sabar untuk melahap habis kisah-kisah lainnya, mumpung semangat baca lagi meningkat!

Posted in Book

Book Review : Tentang Kita yang Tak Mengerti Makna Sia-Sia by Pradnya Paramitha

Wow, pertama buku ini sampai tangan gw, gw shock tebal amat?? 500 halaman untuk buku utama, dan 100 halaman untuk novella nya.. untuk ukuran novel lokal, jumlah halaman ini tergolong cukup banyak. Gw pun bertanya-tanya berapa lama waktu yang gw butuhkan untuk melahap habis buku ini? Well mengingat gw sedang tidak dalam “kondisi prima” untuk membaca.

Tapi gw salah, buku ini rupanya bisa gw lahap dalam sekali duduk, eh lebih tepatnya baca sambil tiduran. Hehehe.. terhitung gw mulai baca dari jam 3 sore dan gw melahap habis 500 halaman ini di jam 1 malam!!!

Niat gw sih mau namatin novella nya yang cuma 100 halaman saat itu juga, tapi gw sadar diri, pagi hari gw masih harus berjibaku dengan rentetan meeting dan tender, jadi gw cuma mampu melahap 20 halaman dan bertekad melanjutkan nya siang hari saat istirahat.

Gw takjub sama diri sendiri, bagaimana bisa?? Bagaimana bisa gw menghabiskan buku ini dalam waktu yang begitu singkat? Paling tidak menurut ukuran gw. Tapi jujur, gw benar-benar tidak bisa berhenti membaca keseluruhan kisah Sang Renjana dan Kokoh Ganteng Samasta alias Jagad.

Sinopsis (Dikutip dari goodreads)

Judul, Tentang Kita yang Tak Mengerti Makna Sia-sia

Penulis, Pradnya Paramitha

Paperback, 510 pages

Published July 5th 2021 by GetBooks

ISBN139786236054994

Edition Language Indonesian

Sudah jatuh, tertimpa tangga, terinjak-injak pula. Barangkali itu kiasan yang tepat untuk hidup Nana. Di usia 28 tahun, ia kehilangan pekerjaan. Kantornya terus menerus merugi dan akhirnya gulung tikar. Jangankan mendapat pesangon, gajinya selama 3 bulan terakhir saja belum dibayarkan.

Setelah kehilangan pekerjaan, Nana juga diusir dari kontrakan karena tidak bisa membayar. Lucas, pacarnya selama empat tahun terakhir, juga tak membantu. Malahan pria itu menikamnya di saat-saat terburuk.

Menjadi pengangguran, tak punya tempat tinggal, dan sepaket tagihan serta utang yang harus dilunasi, membuat Nana kalang kabut mencari solusi. Satu-satunya orang yang bisa membantu adalah Jagad, sahabat konglomeratnya di bangku kuliah, yang selama ini ia hindari.

Nana tahu bahwa menerima bantuan Jagad bukanlah pilihan yang bijak. Namun, untuk bertahan hidup saat ini, Nana memang tak punya banyak pilihan, bukan?

Curahan hati

I’m hooked since the first page…

Gw paham betul kenapa novel ini bisa begitu tebal, “Tentang Kita yang Tak Mengerti Makna Sia-sia” ini ibaratnya memiliki ratusan konflik yang tak henti-henti, oke gw lebay. Tapi sungguh, gw tu kayak ngupas bawang tau ga, kelar satu lapis, eh masih ada lapisan berikut, gitu aja terus sampai ujung pangkal kulit bawang paling dalam.

Di awal kita diajak mengikuti penderitaan Renjana atau yang akrab di panggil Nana secara bertubi-tubi, mulai dari di PHK tanpa pesangon, terlilit hutang, ga mampu bayar kontrakan, dibuntuti beragam tagihan jatuh tempo bahkan sampai di putusin pacar pula! Bayangin kejadian ini terjadi dalam waktu bersamaan.

Gw agak kaget, Ketika Nana nyaris bunuh diri, gw kayak yang,, wah.. wow…

“Solusinya sudah ada kok, tinggal ditemukan. Coba pikir dengan kepala dingin aja. Tarik napas dalam-dalam, dan kalau terlalu Lelah, duduk dulu aja nggak apa-apa.”

Gw suka banget loh sama plot nya, kita di ajak memahami semua kisah dari beragam sisi, dikenalkan oleh nyaris seluruh tokoh yang ada disini, dibuat jatuh cinta sampai mampus sama Kokoh Jagad. Iya Kokoh Jagad si Old Money yang gw ga paham lagi, ada ga sih cowok kayak dia di dunia ini??

Novel dengan berjuta plot dan konflik ini di bungkus dengan sedemikian rupa, sehingga benar-benar ga bosenin, gw bahkan enggan menaruh buku ini untuk sekedar mengecek sosmed. Cara Pradnya memnberikan hint atas setiap kisah dan membukanya satu persatu baik dengan alur maju ataupun mundur sangat cantik. Berkali-kali gw dibuat terkejut, emosi gw campur aduk!

Gw kayak mikir, wah gila Renjana ini ada dosa apa si sampai hidupnya segininya banget??? Tapi well that’s a life.

“Makin tua gue makin males berinteraksi dengan orang. Lo ngerasa gitu juga nggak, sih?”

Novel ini kayak berusaha ngangkat isu status sosial dan bahkan bagaimana mengatasi rasa trauma. Mungkin sekilas membaca percintaan dua dunia ini kayak baca Crazy Rich Asian yaaaa hahaa. Ya tipikal old money dengan keluarga yang “jumawa”.

Selain isu status sosial dan trauma, gw suka banget cara Pradnya menggambarkan kisah cinta kedua tokoh utama ini, alus banget, sampai sampai bikin gemash bukan kepalang dan bikin iri tentunya!

Dengan konflik yang naik turun tak henti-henti, gw sempat shock dengan endingnya, karena kayak yang kentang banget??????? Tapi untungnya terbayarkan dengan novella alias kisah lanjutannyaaaa.. fiuh… 

Anyway ini kayak bukan review si ya, lebih ke curhatan gw pasca baca novel ini ahhaha

Thanks a lot pradnya udah nulis ini!! Bagus banget ga tau lagi!!!!

Posted in Movie

Movie Review : Seobok (2021) #ParkBogum #GongYoo

Hi guys! Kali ini gw mau bahas salah satu Film Korea yang baru banget tayang, setelah tertunda berbulan-bulan, yak apalagi kalau bukan #Seobok !

Jadi awalnya Seobok di jadwalkan tayang di akhir Desember 2020, tapi pas banget outbreak lagi di korea, jadilah harus di tunda, dan di jadwalkan tayang lagi di Akhir pertengahan April kemarin. Walau sudah mengalami penundaan, tapi ya pastinya penayangannya tetap belum maksimal, karena, kondisi prokes bioskop di Korea dan di seluruh asia juga rata-rata masih 50% dari kapasitas, sehingga jumlah penontonnya masih so-so banget.

Seobok : Gong Yoo Park Bogum

Karena hal inilah, CJ Entertainment selaku distributor seobok, putar otak untuk memaksimalkan penjualan tiket, salah satunya dengan cara menjual lisensi ke beragam platform ott, salah satunya CATCHPLAY ID (untuk penayangan di Indonesia), dan menurut gw cukup membantu sih, karena memang masih banyak masyarakat yang enggan menonton di bioskop.

Okelah, kita lanjut aja review Seobok nya..

Seobok and Kihun

Sinopsis

  • Movie: Seobok (working title)
  • Revised romanization: Seobok
  • Hangul: 서복
  • Director: Lee Yong-Joo
  • Writer: Lee Yong-Joo
  • Producer: Seo Young-Hee, Kim Kyung-Min, Song Seung-Min
  • Cinematographer: Lee Mo-Gae
  • Release Date: April 15, 2021
  • Runtime: 114 min.
  • Genre: Drama / Category:Sci-Fi filmsSci-Fi
  • Distributor: CJ Entertainment
  • Language: Korean
  • Country: South Korea

Seobok Trailer

Seobok mengisahkan Kihun (GongYoo) mantan agen intelijen yang mengidap tumor otak, ditengah perjuangannya melawan penyakit ganas ini, ia ditugaskan untuk melindungi Seobok (Park Bogum) yang merupakan First Human Clone. Seobok di ciptakan melalui proses pembelahan Sel DNA Manusia dan juga sel buatan lain, sehingga menjadi Seobok sosok yang “abadi”, hal ini menjadikan seobok target agenda organisasi yang ingin memanfaatkannya. Di dalam pelariannya, Kihun dan Seobok pun membangun bonding dan memahami arti hidup dan mati.

Review

Sebagai fans berat Park Bogum, gw berusaha untuk memberikan review yang objektif ya, semoga beneran objektif haha.

Jadi gw seneng banget akhirnya Seobok tayang, gw pun nonton di layar lebar, bela-belain banget bulan puasa, nonton film di CGV Pacific Place malem-malem. Gw itu termasuk nonton pas jadwal tayang normal, bukan pas sneak peak jadi gw sempat baca sedikit review dari orang yang sudah nonton, dan alhamdulillah kebanyakan reviewnya positif, gw pun jadi tidak sabar!

Dan….

Wow! Gw di buat kagum sejak menit pertama!

Seobok di hadirkan melalui tone yang gelap. Cukup me-representative kan plot nya yang memang agak mellow. Di awal kita di ajak untuk mengikuti alur perkenalan sosok Kihun dan Seobok, bagaimana kihun yang mantan agen intelijen justru nyaris takluk karena penyakit yang di deritanya, baginya hidup itu penting, dia tidak mau mati, tidak untuk saat ini. Kita juga di ajak mengenal sosok Seobok, manusia kloning pertama yang sangat istimewa, seobok disebut-sebut sebagai sosok yang abadi, tapi se-abadi apa dirinya juga masih menjadi tanda tanya.

Gong Yoo

Seobok digadang-gadang sebagai film Sci Fi , tapi menurut gw pribadi, Seobok tidak sekedar film SciFi, justru sisi filosofis dan action nya lebih nampak disini, dan menjadi nilai tambah bagi film ini.

Sisi Action begitu kental di tengah awal dan di akhir, dan entah kenapa aksi Gong Yoo sebagai mantan agen ini begitu menjiwai, adegan tembak-tembakan nya juga keren! Tapi memang sih, paling jawara di babak terakhir film, jujur gw berasa kayak nonton Dark Phoenix versi korea hahaa.

Seobok

Berbicara akting, nampaknya Akting Gong Yoo dan Bogum sudah tidak perlu di pertanyakan ya, seperti yang gw bilang di atas, Gong Yoo menjiwai banget dari segi action nya. Kita juga bisa melihat gimana depresi nya dia setelah “lulus” jadi agen intelijen dengan segala rasa bersalah yang menghantui.

Sementara Bogum? Wow! Just wow! He just took another level of his acting..  Gw berkata seperti ini bukan karena gw fans nya, tapi emang karena akting nya bagus.

Park Bogum as Seobok

Bogum di dapuk memerankan sosok Seobok, manusia kloning berusia 9-10 tahun yang terjebak di tubuh manusia dewasa berumur 19-20 tahun.

Park Bogum – Seobok The Movie

kebayang dong, walau secara fisik seperti lelaki dewasa, tapi perilaku dan keluguannya masih seperti anak kecil, belum lagi, selama ini seobok terkungkung di lab seumur hidupnya. Dan yup! Bogum bisa memerankan Seobok dengan baik!

Park Bogum

Sumpah ya, Micro Expression nya dapat banget, kayak ekspresi bingung, penasaran, sedih, marah, bahagia, itu bisa ditunjukan dengan baik. Mana kayak anak kecil banget ya… bikin pengin bawa pulang!

Park Bogum

Chemistry antara Gong Yoo dan Bogum juga ga paham lagi! Dapet banget astagaaaa… emang sih Bogum tuh kayak raja chemistry ya mau sama siapa juga, tapi ini tuh beda! Bromance nya ituuuuuu…

Sebelum Bogum Wamil (iya dia wamil jadi ga bisa ikutan promosi film) mereka sempat ada interview dan pemotretan bareng, duh gemesh banget! kayak kakak adek beneran.

Sepanjang film, kita akan di suguhi tektok-an dialog yang membuat kita bertanya-tanya apa arti hidup dan mati dan gw suka banget! Makanya gw bilang film ini filosofis banget, jadi agak lupa sama action dan sci fi nya karena gw terlalu fokus sama beragam dialog seputar makna kehidupan sebagai makhluk hidup..

“Ibu, apa arti selamanya?”

“ Artinya tidak ada akhir”

“Tidak ada akhir itu seperti apa?”

“Meninggal itu seperti apa?”

“Seperti kau tidur nyenyak untuk selamanya”

Seobok juga paket lengkap, selain diajak memahami kloning dan makna kehidupan, disuguhi aksi-aksi pertarungan yang sengit, Seobok juga mengajak kita tertawa melalui selingan adegan dan dialog sederhana nan lugu.

Park Bogum Seobok

Tapi apakah Seobok sesempurna itu? Uhm, ga juga, ada beberapa hal yang menurut gw kurang di eksplore disini, contohnya, bagaimana masa lalu Kihun sebagai agen intelijen, plus ada beberapa CGI yang masih terasa kasar. Tapi ya bisa di maafkan lah.

Oh ya, Sutradara Seobok ini adalah Lee Yong-Joo yang dulu menggarap architecture 101, jadi ini kayak comeback film nya dia, dan dia udah merancang dan menulis seobok ini dari lamaaaaaa banget, dengan beragam revisi scenario. Tapi walau berkali-kali di revisi, Lee Yong Joo Pd-nim sudah menentukan kalau Seobok itu MAHA WAJIB diperanin sama Bogum. Duh!

Alhamdulillah banget yaaa.. karena Bogum juga mau main disini, jadinya ya Seobok ini comeback film pertama bogum deh setelah terakhir main di coin locker girl di tahun 2015. Plus, Seobok juga merupakan film pertama Bogum sebagai Aktor utama.

Overall Seobok wajib banget ditonton! Selain tadi ceritanya bagus tentang kehidupan, paket lengkap drama dan action nya ada, aktingnya yang patut di acungi jempol, Seobok juga menyuguhi kita VISUAL yang ga kira-kira, alias, Y ALLAH itu Bogum CUTE amat, CUTE campur ganteng gitu loh, kalau Gong Yoo, bener-bener AHJUSSI TAMVAN makin tua makin menawan!

Park Bogum and Gong Yoo

Btw, ini Bogum pake foto kecil dia beneran loh, gemesh banget hahaa…

Young Bogum

Psst : katanya tidak menutup kemungkinan ada Spin Off Seobok! Jadi penasaran ya mau ambil sisi kisah yang manaa…

Terakhir, Kalau kalian ga bisa nonton di bioskop! Kalian bisa nonton Seobok legal di CATCHPLAY ya! Karena gw juga udah nonton ulang di Catchplay ni!

Dah! Sampai jumpa di review selanjutnya…

Jangan lupa Bogum sama Gong Yoo juga masih ada 1 project film lagi yaitu WONDERLAND! Jangan lupa nonton!

Buat yang mau tau info project drama dan film bogum sebelumnya, bisa cek disini ya :

Bye!