Posted in Book

Book Review : Tentang Kita yang Tak Mengerti Makna Sia-Sia by Pradnya Paramitha

Wow, pertama buku ini sampai tangan gw, gw shock tebal amat?? 500 halaman untuk buku utama, dan 100 halaman untuk novella nya.. untuk ukuran novel lokal, jumlah halaman ini tergolong cukup banyak. Gw pun bertanya-tanya berapa lama waktu yang gw butuhkan untuk melahap habis buku ini? Well mengingat gw sedang tidak dalam “kondisi prima” untuk membaca.

Tapi gw salah, buku ini rupanya bisa gw lahap dalam sekali duduk, eh lebih tepatnya baca sambil tiduran. Hehehe.. terhitung gw mulai baca dari jam 3 sore dan gw melahap habis 500 halaman ini di jam 1 malam!!!

Niat gw sih mau namatin novella nya yang cuma 100 halaman saat itu juga, tapi gw sadar diri, pagi hari gw masih harus berjibaku dengan rentetan meeting dan tender, jadi gw cuma mampu melahap 20 halaman dan bertekad melanjutkan nya siang hari saat istirahat.

Gw takjub sama diri sendiri, bagaimana bisa?? Bagaimana bisa gw menghabiskan buku ini dalam waktu yang begitu singkat? Paling tidak menurut ukuran gw. Tapi jujur, gw benar-benar tidak bisa berhenti membaca keseluruhan kisah Sang Renjana dan Kokoh Ganteng Samasta alias Jagad.

Sinopsis (Dikutip dari goodreads)

Judul, Tentang Kita yang Tak Mengerti Makna Sia-sia

Penulis, Pradnya Paramitha

Paperback, 510 pages

Published July 5th 2021 by GetBooks

ISBN139786236054994

Edition Language Indonesian

Sudah jatuh, tertimpa tangga, terinjak-injak pula. Barangkali itu kiasan yang tepat untuk hidup Nana. Di usia 28 tahun, ia kehilangan pekerjaan. Kantornya terus menerus merugi dan akhirnya gulung tikar. Jangankan mendapat pesangon, gajinya selama 3 bulan terakhir saja belum dibayarkan.

Setelah kehilangan pekerjaan, Nana juga diusir dari kontrakan karena tidak bisa membayar. Lucas, pacarnya selama empat tahun terakhir, juga tak membantu. Malahan pria itu menikamnya di saat-saat terburuk.

Menjadi pengangguran, tak punya tempat tinggal, dan sepaket tagihan serta utang yang harus dilunasi, membuat Nana kalang kabut mencari solusi. Satu-satunya orang yang bisa membantu adalah Jagad, sahabat konglomeratnya di bangku kuliah, yang selama ini ia hindari.

Nana tahu bahwa menerima bantuan Jagad bukanlah pilihan yang bijak. Namun, untuk bertahan hidup saat ini, Nana memang tak punya banyak pilihan, bukan?

Curahan hati

I’m hooked since the first page…

Gw paham betul kenapa novel ini bisa begitu tebal, “Tentang Kita yang Tak Mengerti Makna Sia-sia” ini ibaratnya memiliki ratusan konflik yang tak henti-henti, oke gw lebay. Tapi sungguh, gw tu kayak ngupas bawang tau ga, kelar satu lapis, eh masih ada lapisan berikut, gitu aja terus sampai ujung pangkal kulit bawang paling dalam.

Di awal kita diajak mengikuti penderitaan Renjana atau yang akrab di panggil Nana secara bertubi-tubi, mulai dari di PHK tanpa pesangon, terlilit hutang, ga mampu bayar kontrakan, dibuntuti beragam tagihan jatuh tempo bahkan sampai di putusin pacar pula! Bayangin kejadian ini terjadi dalam waktu bersamaan.

Gw agak kaget, Ketika Nana nyaris bunuh diri, gw kayak yang,, wah.. wow…

“Solusinya sudah ada kok, tinggal ditemukan. Coba pikir dengan kepala dingin aja. Tarik napas dalam-dalam, dan kalau terlalu Lelah, duduk dulu aja nggak apa-apa.”

Gw suka banget loh sama plot nya, kita di ajak memahami semua kisah dari beragam sisi, dikenalkan oleh nyaris seluruh tokoh yang ada disini, dibuat jatuh cinta sampai mampus sama Kokoh Jagad. Iya Kokoh Jagad si Old Money yang gw ga paham lagi, ada ga sih cowok kayak dia di dunia ini??

Novel dengan berjuta plot dan konflik ini di bungkus dengan sedemikian rupa, sehingga benar-benar ga bosenin, gw bahkan enggan menaruh buku ini untuk sekedar mengecek sosmed. Cara Pradnya memnberikan hint atas setiap kisah dan membukanya satu persatu baik dengan alur maju ataupun mundur sangat cantik. Berkali-kali gw dibuat terkejut, emosi gw campur aduk!

Gw kayak mikir, wah gila Renjana ini ada dosa apa si sampai hidupnya segininya banget??? Tapi well that’s a life.

“Makin tua gue makin males berinteraksi dengan orang. Lo ngerasa gitu juga nggak, sih?”

Novel ini kayak berusaha ngangkat isu status sosial dan bahkan bagaimana mengatasi rasa trauma. Mungkin sekilas membaca percintaan dua dunia ini kayak baca Crazy Rich Asian yaaaa hahaa. Ya tipikal old money dengan keluarga yang “jumawa”.

Selain isu status sosial dan trauma, gw suka banget cara Pradnya menggambarkan kisah cinta kedua tokoh utama ini, alus banget, sampai sampai bikin gemash bukan kepalang dan bikin iri tentunya!

Dengan konflik yang naik turun tak henti-henti, gw sempat shock dengan endingnya, karena kayak yang kentang banget??????? Tapi untungnya terbayarkan dengan novella alias kisah lanjutannyaaaa.. fiuh… 

Anyway ini kayak bukan review si ya, lebih ke curhatan gw pasca baca novel ini ahhaha

Thanks a lot pradnya udah nulis ini!! Bagus banget ga tau lagi!!!!

Posted in Movie

Movie Review : Seobok (2021) #ParkBogum #GongYoo

Hi guys! Kali ini gw mau bahas salah satu Film Korea yang baru banget tayang, setelah tertunda berbulan-bulan, yak apalagi kalau bukan #Seobok !

Jadi awalnya Seobok di jadwalkan tayang di akhir Desember 2020, tapi pas banget outbreak lagi di korea, jadilah harus di tunda, dan di jadwalkan tayang lagi di Akhir pertengahan April kemarin. Walau sudah mengalami penundaan, tapi ya pastinya penayangannya tetap belum maksimal, karena, kondisi prokes bioskop di Korea dan di seluruh asia juga rata-rata masih 50% dari kapasitas, sehingga jumlah penontonnya masih so-so banget.

Seobok : Gong Yoo Park Bogum

Karena hal inilah, CJ Entertainment selaku distributor seobok, putar otak untuk memaksimalkan penjualan tiket, salah satunya dengan cara menjual lisensi ke beragam platform ott, salah satunya CATCHPLAY ID (untuk penayangan di Indonesia), dan menurut gw cukup membantu sih, karena memang masih banyak masyarakat yang enggan menonton di bioskop.

Okelah, kita lanjut aja review Seobok nya..

Seobok and Kihun

Sinopsis

  • Movie: Seobok (working title)
  • Revised romanization: Seobok
  • Hangul: 서복
  • Director: Lee Yong-Joo
  • Writer: Lee Yong-Joo
  • Producer: Seo Young-Hee, Kim Kyung-Min, Song Seung-Min
  • Cinematographer: Lee Mo-Gae
  • Release Date: April 15, 2021
  • Runtime: 114 min.
  • Genre: Drama / Category:Sci-Fi filmsSci-Fi
  • Distributor: CJ Entertainment
  • Language: Korean
  • Country: South Korea

Seobok Trailer

Seobok mengisahkan Kihun (GongYoo) mantan agen intelijen yang mengidap tumor otak, ditengah perjuangannya melawan penyakit ganas ini, ia ditugaskan untuk melindungi Seobok (Park Bogum) yang merupakan First Human Clone. Seobok di ciptakan melalui proses pembelahan Sel DNA Manusia dan juga sel buatan lain, sehingga menjadi Seobok sosok yang “abadi”, hal ini menjadikan seobok target agenda organisasi yang ingin memanfaatkannya. Di dalam pelariannya, Kihun dan Seobok pun membangun bonding dan memahami arti hidup dan mati.

Review

Sebagai fans berat Park Bogum, gw berusaha untuk memberikan review yang objektif ya, semoga beneran objektif haha.

Jadi gw seneng banget akhirnya Seobok tayang, gw pun nonton di layar lebar, bela-belain banget bulan puasa, nonton film di CGV Pacific Place malem-malem. Gw itu termasuk nonton pas jadwal tayang normal, bukan pas sneak peak jadi gw sempat baca sedikit review dari orang yang sudah nonton, dan alhamdulillah kebanyakan reviewnya positif, gw pun jadi tidak sabar!

Dan….

Wow! Gw di buat kagum sejak menit pertama!

Seobok di hadirkan melalui tone yang gelap. Cukup me-representative kan plot nya yang memang agak mellow. Di awal kita di ajak untuk mengikuti alur perkenalan sosok Kihun dan Seobok, bagaimana kihun yang mantan agen intelijen justru nyaris takluk karena penyakit yang di deritanya, baginya hidup itu penting, dia tidak mau mati, tidak untuk saat ini. Kita juga di ajak mengenal sosok Seobok, manusia kloning pertama yang sangat istimewa, seobok disebut-sebut sebagai sosok yang abadi, tapi se-abadi apa dirinya juga masih menjadi tanda tanya.

Gong Yoo

Seobok digadang-gadang sebagai film Sci Fi , tapi menurut gw pribadi, Seobok tidak sekedar film SciFi, justru sisi filosofis dan action nya lebih nampak disini, dan menjadi nilai tambah bagi film ini.

Sisi Action begitu kental di tengah awal dan di akhir, dan entah kenapa aksi Gong Yoo sebagai mantan agen ini begitu menjiwai, adegan tembak-tembakan nya juga keren! Tapi memang sih, paling jawara di babak terakhir film, jujur gw berasa kayak nonton Dark Phoenix versi korea hahaa.

Seobok

Berbicara akting, nampaknya Akting Gong Yoo dan Bogum sudah tidak perlu di pertanyakan ya, seperti yang gw bilang di atas, Gong Yoo menjiwai banget dari segi action nya. Kita juga bisa melihat gimana depresi nya dia setelah “lulus” jadi agen intelijen dengan segala rasa bersalah yang menghantui.

Sementara Bogum? Wow! Just wow! He just took another level of his acting..  Gw berkata seperti ini bukan karena gw fans nya, tapi emang karena akting nya bagus.

Park Bogum as Seobok

Bogum di dapuk memerankan sosok Seobok, manusia kloning berusia 9-10 tahun yang terjebak di tubuh manusia dewasa berumur 19-20 tahun.

Park Bogum – Seobok The Movie

kebayang dong, walau secara fisik seperti lelaki dewasa, tapi perilaku dan keluguannya masih seperti anak kecil, belum lagi, selama ini seobok terkungkung di lab seumur hidupnya. Dan yup! Bogum bisa memerankan Seobok dengan baik!

Park Bogum

Sumpah ya, Micro Expression nya dapat banget, kayak ekspresi bingung, penasaran, sedih, marah, bahagia, itu bisa ditunjukan dengan baik. Mana kayak anak kecil banget ya… bikin pengin bawa pulang!

Park Bogum

Chemistry antara Gong Yoo dan Bogum juga ga paham lagi! Dapet banget astagaaaa… emang sih Bogum tuh kayak raja chemistry ya mau sama siapa juga, tapi ini tuh beda! Bromance nya ituuuuuu…

Sebelum Bogum Wamil (iya dia wamil jadi ga bisa ikutan promosi film) mereka sempat ada interview dan pemotretan bareng, duh gemesh banget! kayak kakak adek beneran.

Sepanjang film, kita akan di suguhi tektok-an dialog yang membuat kita bertanya-tanya apa arti hidup dan mati dan gw suka banget! Makanya gw bilang film ini filosofis banget, jadi agak lupa sama action dan sci fi nya karena gw terlalu fokus sama beragam dialog seputar makna kehidupan sebagai makhluk hidup..

“Ibu, apa arti selamanya?”

“ Artinya tidak ada akhir”

“Tidak ada akhir itu seperti apa?”

“Meninggal itu seperti apa?”

“Seperti kau tidur nyenyak untuk selamanya”

Seobok juga paket lengkap, selain diajak memahami kloning dan makna kehidupan, disuguhi aksi-aksi pertarungan yang sengit, Seobok juga mengajak kita tertawa melalui selingan adegan dan dialog sederhana nan lugu.

Park Bogum Seobok

Tapi apakah Seobok sesempurna itu? Uhm, ga juga, ada beberapa hal yang menurut gw kurang di eksplore disini, contohnya, bagaimana masa lalu Kihun sebagai agen intelijen, plus ada beberapa CGI yang masih terasa kasar. Tapi ya bisa di maafkan lah.

Oh ya, Sutradara Seobok ini adalah Lee Yong-Joo yang dulu menggarap architecture 101, jadi ini kayak comeback film nya dia, dan dia udah merancang dan menulis seobok ini dari lamaaaaaa banget, dengan beragam revisi scenario. Tapi walau berkali-kali di revisi, Lee Yong Joo Pd-nim sudah menentukan kalau Seobok itu MAHA WAJIB diperanin sama Bogum. Duh!

Alhamdulillah banget yaaa.. karena Bogum juga mau main disini, jadinya ya Seobok ini comeback film pertama bogum deh setelah terakhir main di coin locker girl di tahun 2015. Plus, Seobok juga merupakan film pertama Bogum sebagai Aktor utama.

Overall Seobok wajib banget ditonton! Selain tadi ceritanya bagus tentang kehidupan, paket lengkap drama dan action nya ada, aktingnya yang patut di acungi jempol, Seobok juga menyuguhi kita VISUAL yang ga kira-kira, alias, Y ALLAH itu Bogum CUTE amat, CUTE campur ganteng gitu loh, kalau Gong Yoo, bener-bener AHJUSSI TAMVAN makin tua makin menawan!

Park Bogum and Gong Yoo

Btw, ini Bogum pake foto kecil dia beneran loh, gemesh banget hahaa…

Young Bogum

Psst : katanya tidak menutup kemungkinan ada Spin Off Seobok! Jadi penasaran ya mau ambil sisi kisah yang manaa…

Terakhir, Kalau kalian ga bisa nonton di bioskop! Kalian bisa nonton Seobok legal di CATCHPLAY ya! Karena gw juga udah nonton ulang di Catchplay ni!

Dah! Sampai jumpa di review selanjutnya…

Jangan lupa Bogum sama Gong Yoo juga masih ada 1 project film lagi yaitu WONDERLAND! Jangan lupa nonton!

Buat yang mau tau info project drama dan film bogum sebelumnya, bisa cek disini ya :

Bye!
Posted in Book

Book Review – The Star and I by Ilana Tan

Paperback, 344 pages

Published January 2021 by Gramedia Pustaka Utama

ISBN 139786020649665

Edition Language Indonesian

“Kulihat dunia dalam matamu dan masa depan dalam senyummu…”

Sejak kecil, Olivia Mitchell ingin tahu siapa orangtua kandungnya. Jadi, ketika ia mendapat kesempatan bekerja di New York, ia pun menyambarnya tanpa ragu. Namun, mencari seseorang tanpa nama di kota sebesar New York adalah sesuatu yang mustahil. Kini kontrak kerja Olivia akan segera berakhir, dan Olivia menolak pulang ke Inggris sebelum berhasil melacak keberadaan orangtua kandungnya. Itu berarti ia harus segera mencari pekerjaan baru supaya ia bisa tetap tinggal di New York. Seolah-olah semua itu belum cukup memusingkan, Olivia mendadak bertemu kembali dengan Rex Rankin—sahabat masa kecilnya, sekaligus cinta pertamanya yang gagal—yang muncul untuk menawarkan bantuan.

Review

“Jarak memang merenggangkan persahabatan, dan membuat dua orang yang dulunya terpisahkan jadi tidak berhubungan selama bertahun-tahun”

Olivia Mitchell diadopsi orang tua nya sejak kecil, namun ia bertekad untuk menemukan orang tua kandungnya yang diduga tinggal di New York, ketika kesempatan bekerja di New York datang untuknya, Olli pun tak segan untuk memanfaatkannya mencari sosok orang tua kandungnya.

Di tengah pencarian tersebut, Olli bertemu kembali dengan Rex Rankin, sahabat seumur hidup dan cinta pertamanya yang telah putus kontak selama 9 tahun.

Situasi membuat mereka kembali dekat, namun apakah hubungan dan perasaan istimewa itu akan muncul kembali?

“Adakalanya orang-orang yang menghilang adalah orang-orang yang tidak ingin ditemukan”

Saat GPU mengumumkan bahwa Ilana Tan akan merilis novel baru, jujur gw terkejut, karena kayaknya udah lama banget ya setelah In Blue Moon ilana belum merilis novel lagi. Jadi gw ga mikir dan langsung PO deh, walau ya baru dibaca sekarang juga haha.

Judul novel ini adalah The Star and I dengan cover pink cantik. Saat pertama liat langsung jatuh hati banget sama covernya. Namun bagaimana dengan ceritanya?

Rasanya sudah tidak diragukan ya kehandalan ilana tan dalam menulis kisah yang istimewa. Awalnya gw berpikir novel ini akan fokus pada kisah percintaan saja, namun justru fokus utama pada bagaimana proses pencarian orang tua Olli, yang membuat gw berdebar-debar ikut penasaran dan gregetan pengin Olli cepat bertemu orang tuanya.

Namun, walau fokus pada hal tersebut, gw sangat suka story development Olli dan Rex. Kita diajak mengikuti kisah keduanya melalui alur maju mundur, mulai dari bagaimana pertemuan mereka setelah terpisah 9 tahun dan tentunya pertemuan mereka sejak kecil. Manis banget… Satu demi satu rahasia satu sama lain pun terungkap.

Gw suka dengan karakter Rex yang terkesan pendiam namun karakternya berubah 180 derajat ketika bersama Olli, dan bagaimana Olli yang selalu merasa nyaman bersama Olli. Chemistry keduanya dapet banget. Loveable deh pokoknya..

Plot dan alur yang ditulis pun cukup baik dan mudah dibaca serta dicerna, walau yah, menurut gw entah kenapa di babak akhir agak terkesan dragging alias dipaksakan untuk segera selesai, jadi agak kentang. Konklusi untuk konflik A sudah oke, namun untuk konflik B? Rasanya kurang puas ya.. Atau karena gw masih belum ingin berpisah dengan Olli dan Rex? Entahlah..

Yang pasti The Star and I adalah kisah romansa yang patut dibaca dan tentunya di koleksi..

Posted in Book

Book Review : Sementara Selamanya by Ika Natassa

Akhirnya setelah sekian lama gw bisa baca buku eh screenplay “Sementara Selamanya” yang ditulis sama salah satu penulis favourite gw aka Ika Natassa. Jujur dulu ga ikutan PO yang awal banget karena lagi cekak, huhu,, eh alhamdulillah beberapa waktu lalu dibuka PO lagi khusus buku aja tanpa merchandise, jadi tanpa pikir Panjang langsung beli deh.

Hari ini, dalam perjalanan ke kantor yang Cuma 30 menit, gw berhasil menamatkan screenplay ini. Cepet ya? Ya wajar sih, soalnya bentukannya screenplay, hanya berupa dialog singkat. Tapi.. gw tidak menyangka efeknya sebegitu dalam ….

Sinopsis

Sementara, Selamanya Screenplay

by Ika Natassa

Paperback, 96 pages

Published September 2020 by PT Gramedia Pustaka Utama

ISBN 139786020646039

Edition Language : Indonesian

Jakarta, awal 2020, dan setiap hari yang dinantikan Saka adalah video call dengan istrinya, Zara. Mereka memutuskan tinggal terpisah sementara karena Zara bertugas sebagai dokter yang banyak menangani pasien COVID-19.

Video Call menjadi penyelamat pernikahan mereka, satu-satunya cara untuk membuat semua yang abnormal ini terasa normal. Setiap hari mereka tetap berkomunikasi layaknya suami-istri, walaupun afeksi dan gestur cinta yang bisa mereka sampaikan tidak lagi berupa pelukan dan ciuman, namun kata-kata. Hanya kata-kata.

Keduanya punya janji tidak akan pernah menyampaikan rindu, cukup mengobrol setiap hari, membunuh jarak dengan bantuan teknologi, walau janji itu mereka langar hampir setiap hari.

Menjalani berdua sendiri ternyata tidak semudah yang mereka bayangkan Ketika satu masalah mulai membuat mereka bertanya-tanya, apakah perpisahan yang dijanjikan hanya untuk sementara ini akan menjadi selamanya.

Sementara Selamanya Ika Natassa

Review

Tidak semua kisah harus memberikan sebuah makna. Tidak semua kisah harus memberikan sebuah pesan bagi pembacanya. Namun, sebuah kisah antara Saka dan Zara mampu memberikan makna dan pesan terdalam bagi pembacanya, paling tidak bagi gw.

Jujur, gw tidak berekspektasi apa-apa pada kisah ini, karena ya sudah percaya banget sama tulisan Ka Ika. Gw tidak membaca sinopsis atau apapun sebelumnya, gw bahkan tidak berani untuk menonton mini series nya, karena ya gw ini tim baca dulu baru nonton, jadi kemarinan bener-bener nahan buat ga nonton mini seriesnya. Alhasil, hari ini gw membaca buku ini dengan penuh surprise.

Kisah Saka dan Zara memang terbilang singkat, tapi sukses membuat gw jatuh hati.

Saka dan Zara adalah sepasang suami istri yang harus terpisah karena pandemic, Zara seorang dokter, harus berjuang menyelamatkan banyak nyawa, sehingga membuatnya harus terpisah jarak dari Saka sang suami.

Komunikasi hanya bisa mereka lakukan melalui Video Call. Setiap adegan Video Call ini terasa begitu manis, segala kerinduan kasih sayang terpampang nyata. Walau sangat singkat tapi kita bisa merasakan seluruh beban yang mereka pikul bersama.

“Yang bisa meluruhkan rindu hanya temu, dan sampai saat itu, satu-satunya pilihan hanyalah menunggu”

Bukan Ika Natassa kalau tidak menyuguhkan sebuah kisah dengan kalimat-kalimat menyentuh dan Quoteable. Walau singkat, namun segala dialog yang disampaikan Saka dan Zara terasa membekas, berusaha menyampaikan bagaimana kita harus bertahan di tengah pandemic, tentunya tanpa terkesan menggurui.

“Tidak semua masalah harus selesai hari ini. Tidak semua pertanyaan harus terjawab hari ini.”

Gw masih ga habis pikir sih, bagaimana kisah yang sangat singkat tapi mampu memberikan efek mendalam, kisah Saka dan Zara mungkin mewakili keluarga medis di luar sana. Jujur benar-benar membuat gw terenyuh. Gw juga suka dengan alur yang coba digambarkan Ka Ika disini. Penggambarannya sangat baik, tidak membosankan.

Hingga pada akhirnya, gw dibuat menangis, gw kaget, gw tidak berekspektasi apa-apa namun twistnya ngena banget,, huhuhu kesel ,, ini nulis pun masih berkaca-kaca. Gw suka sih, bagaimana Ka ika menutup kisah ini, tidak bertele-tele, tidak dibuat-buat tapi memberikan kesan yang begitu mendalam.

Ah Ka ika, terima kasih sudah menuliskan kisah yang begitu mewakili di tengah pandemic ini…. Berharap juga ada full novel Saka dan Zara ini, saya penasaran kisah detail awal pertemuan mereka.